Pages

Karena kenyamanan hidup datang dari perkataan & sikap yg baik

Jika tak bisa jadi nada, Biarlah aku menjadi romansa, Yg sllu mendekat..

Meyelimuti tiap alunan rasa yg kau ciptakan bersama dengan luka..

Jika tak boleh jd kerinduan, biarlah aku menjadi rintik hujan diselah kehampaan..

Jika aku tak mampu menjadi bara, biarlah aku jd hangat yg sllu menaungi akal sehat..

Jika tak bs menjadi puisi yg kau cipta, biarlah aku menjadi segenap aksaramu..

Jika kelak aku tak bs apa-apa, tinggalkan aku (tak apa) kembalilah padanya..

Sebab aku bkn yg terbaik, tp aku yg teristimewa
.
.

Dibanding mereka

Mengulang Kemarin

Senjaku selamat petang,
Malam akan siap datang.
Sedang aku sibuk mencari tentang;
Manakala kita sedang bercerita panjang.


Seandainya kau bolehkan aku menjadi soremu,
Mungkin aku akan suka.
Seraya merebahkan lelahmu,
Menikmati keluhmu juga cukup menyenangkan.

Sempat katamu kau hampir putus asa,
Menikam resahmu dengan bercerita.
Salahku,
Membiarkan semua kumaknai dengan egois.

Seakan bulan akan kugapai,
Membawa bintang-bintang setelahnya.
Saat kusadari tentangku.
Menggenggammu pun masih jadi inginku.

Berubahlah kearah yg baik

Janganlah engkau tinggalkan Allah..
Meski dekapannya tak dapat engkau rasakan secara langsung, Percayalah.. Allah selalu mendekapmu dengan cahaya kasihNya,

Saat engkau melakukan kesalahan
Bersegeralah memohon ampunanNya,


Bukankah ampunan Allah itu seluas bumi dan langit ?

Jangan sungkan untuk bertaubat kepada Allah
Bukankah setiap pakaian yang kotor pun harus dicuci kembali?

Begitupun dengan sebuah jiwa..
Teruntuk km yg sedang diuji kesabarannya, ketahuilah bahwa di tempat lain, di belahan dunia lain,

ada yang mati kelaparan krna tak punya makanan, ada yang menggigil menahan dinginnya malam karena tak punya tempat tinggal, ada yang mati-matian mencari jalan hanya untuk bisa hidup hari ini.

Ketahuilah bahwa semua manusia itu sama.. sama-sama memiliki masalah, yg membedakan antara manusia satu dengan manusia lainnya adalah cara mereka menyikapinya.. Dan sebaik-baik cara menyikapi masalah adalah dgn mencoba menerimanya terlebih dahulu.

Jika itu rasa sakit, terima rasa sakitnya.
Jika itu kekecewaan, terima rasa kecewanya.
Jika itu kegagalan, terima kegagalannya.
Jika itu kepergian, terima kepergiannya.
Apapun itu, terima saja dulu.

Pengakuan kekalahan

Lupakanlah duniamu sebentar, aku rindu,
Tengoklah aku sesekali,
Sudah lama tangan halusmu itu tak menyentuhku,
Aku sudah lama menanti...

Sisakanlah waktumu sejenak,
Temani aku dan segala kehampaan ini,
Aku terhempas sesak,
Aku lelah ditemani gelap sepanjang hari...

Siapa gerangan sosok yang kau kecup semalam?
Sungguh asing dalam penglihatanku,
Berani sekali dia menggenggam erat jemarimu,
Tolong, beritahu ia, bahwa kau adalah milikku...

Aku dengar tawamu begitu bahagia,
Apa yang sudah ia katakan?
Hanya lelucon payah,
Tidak baik dari lelucon milikku ‘kan?

Yg siap untuk tertiup angin

Aq lakukan apa yg kau minta...
Walau tak sanggup...
Walau tak kuat...

Tp merindukanmu pun aku mulai tak berhak...
Rasa ini mulai terkikis...  
Harapan yg sempurna pun mulai terkikis secara perlahan...

Tanpa km aku pasti bs bertahan..
Bertahan bukan untuk suatu perasaan yg pasti...

Melainkan bertahan untuk suatu perasaan yg siap untuk tertiup angin...  

21 Maret 2014